Perbedaan Puasa Pada Binatang


Salam sobat ensiklopedia harian, tidak terasa suasana Ramadhan sudah menjelang, rindu bercampur gembira berkecambuk dalam hati ini. Beberapa hari lagi tamu agung akan segera hadir ditengah-tengah kita. Sudahkah kiyta mempersiapkan diri kita? Sebagai renungan, yuk kita simak kisah tauladan berikut. 

Sobat ensiklopedia, mungkin sebagian dari kita pernah melihat bagaimana ular berganti kulit. Pada saat ular berganti kulit, ular akan melakukan puasa. Ular akan berhenti untuk makan beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Ular akan merasa kesakitan pada saat berpuasa sampai dengan berganti kulit. Namun yang perlu kita perhatikan adalah perilaku dan kebiasaan ular pada saat berpuasa untuk berganti kulit tersebut. Ular sebelum dan sesudah berganti kulit makan dan minum hal yang sama, ular sebelum dan sesudah berganti kulit wujudnya masih sama seperti ular, sebelum dan sesudah berganti kulit sama-sama mengandung racun/bisa, masih sama-sama merayap jalannya sebelum dan sesudah berganti kulit. Lalu apakah perbedaannya pada ular tersebut sebelum dan sesudah berganti kulit? Tidak ternyata. 

Lalu, seharusnya seperti apa kita berpuasa?

Sobat ensiklopedia pasti pernah atau bahkan sering melihat kepompong. Ya, itu adalah proses metaporfosisnya ulat. Ulat melakukan puasa selama prose situ tersebut. Coba kita perhatikan sebelum ulat tersebut melakukan puasa (kepompong). Ulat makan sangat rakus, bentuknya ulat sebelum berpuasa sangat menggelikan. Bahkan banyak diantara kita yang geli melihat ulat, jiji bahkan takut. Cara jalan ulat tersebut juga, merayap. Namun setelah ulat tersebut berpuasa (proses dalam kepompong), ulat berganti nama menjadi kupu-kupu. Caranya untuk bergerak berbeda yang asalnya merayap menjadi terbang. Bentuknya yang dulu menjijikan bagi sebagian besar orang, berubah menjadi bentuk yang sangat elok nan indah. Makanan yang dimakanpun berubah.

Sobat ensiklopedia, dari kedua contoh alami diatas Allah hendak menunjukan kebesaran-Nya kepada kita perbedaan puasanya dua binatang tersebut. Kita pasti sudah bisa mengambil pelajaranseperti apa seharusnya kita berpuasa. Ya berpuasa itu hendaknya harus seperti puasanya ulat menjadi kupu-kupu. Kita menjadi lebih baik setelah berpuasa. Bukan puasanya seekor ulat,  sama saja atau bahkan menjadi lebih buruk setelah berpuasa.

Semoga kita selalu menjadi lebih baik dari hari keharinya. Salam esniklopedia harian. 




0 comments:

Posting Komentar