Ketika ada “badai”, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

image source skotcher.com republish by ensiklopedia-harian.net
Selamat berjumpa kembali ensiklopedia lover, kali ini kita sedikit bercerita tentang kehidupan. Ya, sesuai dengan judulnya. Pernah suatu ketika penulis melakukan perjalanan lumayan cukup jauh ke daerah Puncak. Bersama ayah, ibu, serta adik saya tentunya. Perjalanan kami lancar dan menyenangkan sekali, tanpa ada gangguan sedikit pun. Pada saat itu saya duduk disamping ayah saya yang sedang menyetir, ibu dan adik saya duduk di shaf kedua sedang asyik melihat pemandangan sambil mengobrol santai. 
Memasuki daerah puncak, terjadi badai yang cukup mengganggu pandangan. Disertai dengan kilatan menyambar (daerah puncak merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan petir terbanyak). Sontak membuat saya, ibu dan adik saya menjadi takut, was was dengan keadaan yang sebelumnya cerah dan bersahabat, tiba-tiba menjadi tidak bersahabat bagi kebanyakan orang. Pengendara lain banyak yang menepikan kendaraannya, namun ayah saya terus menjalankan kendaraanya secara perlahan. Tak berapa lama, saya melihat ke belakang kendaraan yang menepi tadi tertimpa pohon yang rebah akibat tiupan angin yang cukup kencang.
“Yah, kenapa tidak menepi dulu?” “Badainya semakin besar” Tanyaku sambil memegang lengan ayahku pada stir. 
“Kita jalan pelan pelan dulu aja ya, jangan menepi disini tidak ada tempat perlindungan” jawab ayah saya dengan tenang. 
Benar ternyata, hujan semakin besar disertai dengan angin yang bertiup kencang, banyak kendaraan yang kami temui menepi dipinggiran jalan. Namun, kendaraan kami tetap maju perlahan. Terlihat di kaca spion kiri beberapa kendaraan banyak yang tertipa pepohonan yang tumbang akibat badai tersebut. Kendaraan kami terus melaju meskipun pelan, saya semakin gelisah, namun ayah saya tetap tenang mengendarai kendaraannya. Tidak berapa lama, badaipun reda (daerah yang hujan lebat dan angin kencang sudah terlewati) cuacanya pun mulai terang dan matahari pun kembali bersinar di balik awan. Kemudian ayah saya memarkir kendaraannya di sebuah warung warga, untuk sekedar beristirahat sambil memesan segelas kopi panas. 
 “Nak, hidup ini seperti badai yang kita lewati tadi” ayahku membuka percakapan.
 “Lho, kok bisa yah?” tanyaku heran. 
“Dalam hidup ini, pasti kita menghadapi masalah, mulai dari yang ringan sampai yang rumit sekalipun. Kita tidak bisa menolaknya dan jangan sesekali berhenti ditengah badai, kita bisa hancur dalam cobaan atau masalah tersebut, seperti mobil yang tertimpa pohon tadi karena berhenti di tengah badai. Dan jangan juga untuk berputar balik, engkau tidak akan pernah sampai pada tujuanmu jika seperti itu. Yang harus kamu lakukan adalah terus melaju kedepan meskipun itu perlahan, InsyaAllah engkau pasti menemukan ujung dari badai tersebut dan sampai pada tujuanmu itu.” 
“Oh gitu ya Yah” sahutku sambil menganggukan kepala, meskipun saya kurang begitu paham waktu itu. 
Namun sekarang saya paham dengan baik maksud dari ayah saya tersebut dan sangat bermanfaat sekali petuahnya hingga saat ini. Terima kasih Ayah.
 Sahabat ensiklopedia lover, semoga bisa mengambil hikmah dan manfaat dari cerita tadi. Mari kita selalu tebar kebaikan dimanapun kita berada. Stay tuned at ensiklopedia-harian.net and dont forget to like and subscribes. :D untuk mendapatkan info dan cerita menarik lainnya.

0 comments:

Posting Komentar