Untuk Kamu yang Telah Meminjam Uangku

Hai sobat ensiklopedia-harian.net, bagaimana kabarnya semua? sehat selalu bukan. Kali ini ensiklopedia-harian ada sedikit masukan yang bisa digunakan untuk menggelitik sahabat semua yang memiliki pinjaman kepada temannya. Hal ini pernah penulis alami sendiri, bahkan sering sering sekali.
Terkadang tidak jarang akibat hal ini, pertemanan kita bisa rusak. Ketahuilah beberapa hal ini wahai kamu yang telah meminjam uangku:

1. Yang meminjamkan uang, bukan berati dia lagi banyak uang
Hal pertama yang harus dikatahui adalah ketika kamu meminjam uang kepada temanmu dan dia memberikan pinjaman, bukan berarti dia sedang banyak uang. Tetapi lebih cenderung karena rasa peduli kepada kamu bukan tidak jarang dia menahan keinginan untuk mempergunakan uang tersebut hanya demi kamu yang dianggak temannya.

2. Istri/Suami juga kerja atau uang jajan dari ortu banyak kan
Ini juga terkadang salah kaprah, bukan berarti suami/istri kita kerja atau bahkan uang yang pemberian orang tua kita lebih banyak, kita tidak punya keperluan yang mendesak. Sekali lagi kita memberikan pinjaman karena kita peduli dan terkadang kita mengurungkan nita untuk mempergunakan uang tersebut.

4. Yang punya utang jauh lebih galak dari si pemberi utang
Hal ini sering kita alami sebagai pemberi pinjaman, ketika kamu menjanjikan untuk membayar bulan depan, apakah kita salah menaggihnya pada bulan tersebut? Terkadang kamu malah sewot dan mengomel dengan dalih uang segitu aja ditagih-tagih. Ingat lo kawan janji itu harus ditepati, ya alahkan baiknya jikalau belum bisa membayarnya, bicara baik-baik. Setidaknya beri penjelasan agar kamu tidak dicap orang yang tidak bisa dipercayai.

5. Merasa tidak kenal
Jika yang mental ngutang, pasti melakukan hal ini. Tidak jarang orang yang berhutang, memblok akun-akun kita di media social (red:facebook, twitter, line, bbm, whatsapp, path dll) seolah-olah tidak kenal kita. Ingat kawan, kami itu bukan debtcollector. Kita teman sehingga engkau berani meminjam uang kepada kami. Bukan kah aneh kita yang dulu saling bercanda dan tertawa bersama sekarang seolah-olah kamu tidak mengenalku?

6. Bertaubat lah
Sekecil apapun yang namanya hutang itu hukumnya harus dibayar. Didalam agama manapun sudah banyak diterangkan mengenai kewajiban untuk membayar utang. Jadi teman, bertaubatlah dan segerakan untuk membayar utangmu sesuai janjimu.

So, bagi yang memiliki pinjaman segera dilunasi ya sahabat ensiklopedia lover jangan sampai pertemanan kita jadi berantakan karenanya.

1 comments: