Lingkungan menciptakan Anda


Selamat berjumpa kembali ensiklopedia harian lover, semoga teman semua dalam keadaan sehat selalu tanpa kekurangan satu hal pun. Kali ini kembali akan sharing mengenai hal-hal yang bermanfaat bagi kita semua. Kebetulan hal ini dialami sendiri oleh penulis, agar kita semua mendapatkan pelajaran dari kisah ini. Mari kita simak bersama; 
 Pada hari itu, senin malam pukul 21.00 seperti biasa untuk menghindari kemacetan saya melakukan perjalanan pulang ke rumah orang tua saya di kota kembang (red: kota dengan berjuta-juta keunikan), maklum untuk menghindari kemacetan saya melakukan perjalanan pada malam hari dan bukan diakhir pekan. Tentu saja jalanan lumayan sedikit longgar dan lenggang. Saya bisa memacu kendaraan saya diangka 40 ketika dalam kota (red: kota yang katanya lebih kejam daripada ibu tiri). Sesudah melewati gerbang tol dan masuk ke jalan tol tentu saja, saya bisa memacu kendaraan diangka 80-90, itu angka yang biasa karena suasana jalan pada malam hari sangat lenggang. Lain halnya jika pada akhir pekan, paling-paling kita hanya bisa diangka 20. 
 Setelah beberapa menit memacu si jagur (red: sebutan untuk kendaraan roda empat yang super standar), dari belakang menyalip si cincin empat yang dipacu dengan kecepatan tinggi. Sontak saya terperanjat karena tersalip begitu saja, karena saya beranggapan kecepatan saya udah terhitung cepat namun ternyata ada yang lebih cepat. Saya pun tidak mau kalah, saya kembali menginjak dalam-dalam pedal gas untuk mengikuti si cincin empat yang menyalip saya tadi. 
Meskipun tidak bisa menyalip kembali, saya berhasil melihat bagian belakang dari penyalip tadi. Saya lihat angka di speedometer untuk menunjukan angka 140. Wow ini pertama kalinya saya bawa si jagur diangka itu, saya pikir ini pencapaian yang luar biasa (red: meskipun dalam aturan hal itu tidak diperbolehkan karena melanggar aturan lalu lintas). Hampir setengah jam saya steady di angka 140 karena terobsesi oleh si cincin empat (red: salah satu merk mobil sport idaman saya), tentu saja saya belum terbiasa tapi saya berani melakukan hal tersebut karena terpacu oleh orang lain. Memasuki pintu tol terakhir, si cincin empat yang saya ikuti mulai melambat. Seperti biasa melakukan administrasi layaknya pengguna jalan yang baik. Keluar dari pintu tol si cincin empat melaju dengan kecepatan tinggi sedangkan saya masih administrasi di pintu tol. Saya langsung menancap si jagur dengan kecepatan seperti tadi, namun si cincin empat tidak terlihat. Saya mencoba bertahan diangka 140, namun tidak berselang lama saya akhirnya kembali diangka 80, karena disekitar saya tidak ada yang memacu diatas angka itu. 

ensiklopedia_overtaking
 Sahabat ensiklopedia harian, seperti dalam hidup kita sehari-hari. Kita biasanya menjalani kehidupan standar-standar saja layaknya kebanyakan orang pada umumnya, kita dipengaruhi oleh orang yang di sekililing kita, kita beranggapan kita sudah melakukan yang baik ternyata masih banyak yang lebih baik. Kita bisa melaju kencang, lambat bahkan berhenti tergantung sekeliling kita. Kita bisa membuat diri kita agar capat sampai tujuan dengan selamat tergantung siapa yang kita ikuti dan siapa yang disekeliling kita. 

Jauh-jauh hari sang manusia paling sempurna Rosulullah SAW berpesan agar kita pandai-pandai memlilih sahabat, karena sahabat akan mempengaruhi kepribadianmu. 
Yuk sahabat ensiklopedia, mulai sakarang kita perbaiki diri kita agar lebih baik lagi. Sebagaimana telah disampaikan bahwa orang-orang selamat dunia dan akhirat itu orang yang saling mengingtkan dan jumlahnya sedikit (red: kaum minoritas) pesan dari sang manusia paling sempurna Rosulullah SAW. Yuk mari kita saling mengingatkan dalam hal kebaikan agar kita termasuk menajdi golongan minoritas. Dengan menyebarkan artikel ini, sahabat semua telah berbuat baik lo. So, jangan pernah ragu untuk menyebarkan kebaikan ini.

3 comments:

  1. jangan kenceng2 bro naeknya ntar kejedot bahaya
    utamakan keselamatan :D

    BalasHapus
  2. kenceng banget tuh mobilnya smpek blur.....awas ada polisi tidur ya.

    BalasHapus
  3. ingat juga bahwa lingkungan juga tempat kita untuk belajar

    BalasHapus