Kasih Seorang Ibu

Sepenggal Cerita, Ensiklopedia Harian

Hai teman-teman semua ensiklopedia-harian.....kali ini ensiklopedia punya kisah yang pernah bagus entah dari mana sumbernya. Tapi cerita tersebut selalu teringat dalam pikiran. Tapi kisah ini begitu berarti bagi kita selaku anak dari seorang ibu. Langsung saja ya....

sepenggal cerita ensiklopedia harian 

Kisahnya begini....
Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang lahir tanpa daun telinga, ibunya kaget seketika itu. “Ah mungkin belum tumbuh saja barangkali” pikir si ibu tersebut. Hari berganti hari, bulan berganti bulan bahkan tahun pun berganti. Anak itu tumbuh menjadi anak yang dewasa. Ada yang aneh dari anak tersebut, ya benar. Anak tersebut tidak memiliki daun telinga seperti kebanyakan anak pada umumnya. Ketika masuk usia sekolah, anak tersebut sekolah, namun teman-temannya meledek dia, mencaci dia bahkan menjuluki dia seorang Allien dari planet lain. Anak tersebut pulang dengan tangisan, tapi apa, ibunya dengan bijak berkata “Anaku sayang, jangan menangis ada ibu di sini yang akan selalu menjadi teman terbaikmu. Tak perlu kamu dengar perkataan mereka ya sayang” seketika pula anak tersebut langsung berhenti dari tangisannya. Hari demi hari selalu dia lewati dengan tangisan, tapi dia selalu tegar karena ada seorang ibu yang selalu memberikannya semangat dan motivasi. Ketika ia hendak masuk SMA (masa remaja tentunya bagi anak tersebut), dia mendengar kabar dari ayahnya bahwa ada donor daun telinga untuknya. Alangkah senangnya dia, dia melihat ibunyapun tak kalah senangnya seperti dia. Anak tersebut bertanya kepada ayahnya “Ayah, siapa yang mendonorkan telinga ini? Saya ingin berterima kasih sekali kepadanya”. “Nanti kamu akan tahu sendiri nak” Jawab ayahnya. Bertahun-tahun kemudian, dia menjadi anak yang sukses. Dia memiliki banyak perusahaan di kota-kota besar. Dia tidak pernah sombong dan angkuh karena dia selalu ingat akan nasihat ibunya tersayang “Nak, ingatlah dimasa-masa kamu di caci dan di angkuhi sama teman-temanmu, janganlah engkau bertindak seperti itu karena itu akan membuat perasaan orang sakit”. Setiap bulan dia selalu menemui ibunya. Ibunya sangat bangga akan kesuksesan anaknya tersebut. Pada suatu hari katika dia sedang memimpin sebuah rapat besar, dia dikagetkan dengan telephone dari ayahnya yang memberi kabar bahwa ibu tercintanya meninggal dunia. Anak tersebut seketika kaget bukan kepalang, ia meneteskan air mata, ia teringat masa-masa sulit yang dia alami, ketika dia diejek teman-temannya dulu, ibuku lah yang selalu ada untukku. Kemudian dia pulang dengan segera kerumahnya orng tuanya di desa. Dia melihat sosok jasad yang tidak akan pernah lagi bisa memeluk dirinya, tidak bisa lagi memeberikan semangat dan motivasinya. Dia sedih bukan kepalang. Dia menghampiri jasad ibunya yang terbujur kaku. Ketika hendak mengecup kening ibunya, dia menyibakan rambut panjang yang menutupinya. Dan apa yang terjadi? Ternyata ibunya tidak memiliki daun telinga. Sekarang dia tahu kenapa akhir-akhir ini ibunya menggeraikan rambutnya untuk terurai. Ternyata ibunya lah yang mendonorkan daun telinga untuk anaknya. Maha besar cinta seorang ibu, dia akan mengorbankan apa saja untuk kepentingan anaknya, meskipun itu membuatnya sakit. Kemudian dia memeluk jasad ibunya untuk terakhir kalinya.

Sayangilah orang tua kita ya sahabat-sahabat. Karena mereka menyayangi kita lebih dari apapun. Samapai jumpa di kisah selanjutnya.....Wallahu A’lam Bishawab....

Sepenggal cerita dari ensiklopedia harian,,,

7 comments:

  1. wah, cEritanya Bgus bGt sOb, gW jadi tErharu & ingat sm ibu gw..
    mKsh sob buat share ny..

    BalasHapus
  2. mantep banget panjangnya,, ga hobi baca gan :v

    BalasHapus
  3. bagus sekali gan artikelnya, sangat bermanfaat :D

    BalasHapus
  4. Cerita yang menarik, thanks gan, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. wewww jadi galau nehh baca artikelnya :D

    BalasHapus