Batu Kecil untuk Kita



Seorang arsitek bangunan naik ke atas sebuah gedung yang sedang diarsitekinya untuk meninjau hasil dari pekerjaannya. Pada saat yang bersamaan, ia ingin memanggil temannya yang ada di bawah. Kemudian ia berteriak sekeras-kerasnya memanggil temannya yang di bawah, namun dia tetap tidak menoleh ke atas. Semakin keras dia berteriak, suaranya tetap tidak terdengar oleh temannya itu.
Ia kemudian berpikir sejenak apa yang seharusnya diperbuat agar temannya itu dapat menoleh ke arahnya. Kemudian dia mengambil sebuah uang logam dan melemparkannya ke arah dapan temannya yang di bawah. Temannya bukan melihat ke atas tapi malah mengambil uang logam tersebut dan mengantonginya di sakunya. Si arsitek terus mencoba hal tersebut, tapi temannya tetap saja tidak menengok ke atas dan malah terus mengantongi uang logam tersebut.
Si arsitek kemuadian mencari cara lain. Dia mengambil sebongkah batu kecil dan melemparkan batu kecil tersebut kepada teman yang di bawahnya. Dia berteriak “aduh….” Kemudian ia menengok ke atas……
“Ini adalah cara Allah untuk mengingatkan hambanya. Ketika Allah member kita dengan nikmat dan rezeki, kita kadang lupa dengan Allah dan malah asik dengan kenikmatan itu. Tapi ketika Allah menurunkan sebuah batu kecil (cobaan kecil), kita pasti langsung ingat dan berintrofeksi diri mengenai apa yang telah kita lakukan….itu lah cara Allah untuk mengingatkan hambanya, jadi jangan pernah merasa cobaan itu sebagaai kebencian dari Allah, tapi anggap itu merupakan kasih sayang dari Allah”
Wallahu A’lam Bishawab………………………Amien











1 comments: