Percayakan kepada Allah


Kejadiannya terjadi pada hari senin, yang konon katanya hari senin itu hari paling menyebalkaan sedunia….saya juga tidak yahu kenapa yach orang-orang pada tidak suka hari senin…..??? Kalo aku jadi presidennya, aku buat dech hari senin sebagai hari libur buat menghilangkan rasa males….(ceileh yang ingin jadi presiden, mimpin diri ja belum bisa….apalagi mimpin orang segitu banyaknya…..he), tiba pada saat pengecekan tugas minggu lalu diberikan tentang pembuatan rangkain Flip-Flop (itu lho lampu yang bisa berkedap kedip), sebenarnya saya sudah yakin kalo tugas yang saya buat itu benar, tepat, akurat insyaAllah dapat nilai A…(weilah….kepedean banget mas….), tapi apa coba pas saya coba cek,,,bukannya benar,,,malah salah,,,,padahal pas saya coba di kostan, rangkainya jalan (jalan???) berfungsi maksudnya….Eh ini malah error….tidak berfungsi…
Sssssssyyyyutttt…….(bunyi hatiku yang menyusut karena kaget rangkaian yang dibuat tidak berfungsi dengan benar)…Aku mulai gelisah bercampur gundah tidak karuan,,,aku pun mulai membongkar kembali rangkain yang telah dibuat….”ini apa yang salah she??? Positif negatifnya sudah benar, terus kaki-kaki transistornya sudah benar juga>>>>” Celotehku,,,”ah Ko itu mah desain PCB nya yang salah (PCB tuh kepanjangan dari Printed Circuit Board, itu lho buat nyimpan komponen-komponen pada suatu rangkaian)” Kata teman yang duduk di sebelahku, padahal dia sendiri rangkaiannya belum berfungsi….”Aduch gimana ini??? Aku mulai bingung tidak karuan,,,,,Tif kita Sholat dulu yuk,,,,nanti ja dilanjutin ngbenahinnya>>>>(maklum udah masuk waktu sholat Ashar lebih,,,)
Setelah selesai sholat aku berdo’a kepada Allah,,,”Ya Allah, Engkau yang memudahkan segala masalah,,,,berilah hamba kemudahan dalam percobaan kali ini, hamba tidak dapat melakukan apa-apa tanpa pertolongan-Mu…hamba serahkan segalanya pada-Mu ya Allah” (Hmm….Do’anya dalam banget,,,,,sut ach,,,lagi serius-seriusnya neh…).
Setelah selesai sholat ashar, aku pun kembali ke meja praktekku, “Bismillahirahmanirrahim”…..
“Ayo yang sudah dikumpulkan pekerjaannya” kata dosen pembimbing,,,,
aku pun kaget wong rangkainnyaku belum benar,,,”masa mau dikumpulkan, tapi tak apalah, aku serahkan semuanya kepada Allah….toh segala urusan hanya dengan izin Allah…”
Ku mulai rapikan pekerjaanku, aku solder dengan benar,,,dan ku mulai menghampiri dosen pembimbing ”gimana sudah jalan rangkaianya???” tanyanya….”InsyaAllah Pak….” Jawabku, ketika rangkainya dicoba oleh dosen pembimbing, Allahuakbar…Allah Maha Besar, ternyata rangkaianyaku berfungsi seratus persen,,,Allah….Allah….Allah hanya Allah yang kusebut-sebut,,,
Padahal aku sudah tidak bersemangat,,,mungkin percobaanku kali ini akan gagal, tapi pada saat yang sulit dan sempit Allah menolongku,,,membantuku…..Thank to Allah…..

Renungan: Ketika kita sudah malakukan suatu hal, pada saat yang sulit dan tidak akan mungkin logika menjakaunya, yakinkan pada diri kita bahwa Allah senan tiasa membantu kita….serahkan semua urausan kepada Allah….Karena semua hanya milik Allah…..
Semoge cerita pendek ini, memberikan manfaat bagi kita semua….Amien……

Wallahu A’lam Bishawab……………………….



1 comments:

  1. Allah lebih dekat dari urat leher kita...
    Allah Imanen dalam diri kita, sekaligus transendent. Yang mengenal dirinya maka dia mengenal Allah.

    BalasHapus